Kamis, 19 Juli 2012

Sepanjang Rel Kereta

Jam 03.30 aku bangun tidur yang kurang nyenyak untuk bersiap ke stasiun. Dengan mata setengah terbangun aku pun mandi dan sarapan seadanya,(atau lebih tepat disebut sahur). Berangkat ke stasiun dengan sepeda motor, aku pun tancap gas saja karna jalanan sepi kayak aku yang punya.Wahahaha..

Ngebut ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Seperti kebiasaan orang Indonesia tukang ngaret, aku berangkat jam 04.10, padahal jadwal kereta jam 04.20 dan harus sampe Surabaya jam 08.00.Jadilah sepeda motor Supra kesayangan digeber sampe kecepatan 120 km per jam..Edaaann...


Sampe stasiun tepat waktu jam 04.19,langsung beli tiket uang pas, dan naek kreta pas uda mulai jalan (bener-bener mepet).Kereta jam kepagian ini bener-bener sepi penumpang, kalo gak diisi kayawan ya diisi para urban pengundi nasib,Sholat shubuh kulewatkan di atas kereta api dengan tayamum.Kondektur datang mengecek karcis 4000.an dan aku pun kembali ngiler dalam tidur.

Setengah jalan, aku terbangun karna orkes dadakan dari musisi kereta. Datang lengkap dengan bass betot, tabuhan paralon, gitar, dll mampu membuatq terkesima dengan permainan musik yg rancak dan mantap di pagi hari, Ya sebagai bentuk apresisasi kuberilah beberapa rupiah buat mereka..

Dan sensasi naek kreta ekonomi adalah aku bisa jalan jalan dan berdiri seenak hati di deket pintu (kalo gak ketauan polisi KA), dan ini lebih baik daripada naek moda transport lain yg "mengharuskan" kita untuk duduk manis dan gak boleh pindah-pindah, dan ini sangat sesuai dengan tabiatku yang memang gak bisa diam..

Yak! sekian dulu cerita singkat tanpa inti tanpa isi hanya sekedar hiburan semata
Terimakasih sudah membca :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar